Make your own free website on Tripod.com
 

 
Mari kita renungkan bersama .... Sahabatku.....
 

 

Dinda . . . .

Hidup adalah pilihan

Ketika kita ingin meraih sebuah prestasi

Maka kita harus berani bertarung dengan waktu

Karena tuntutan aktivitas menuju tangga kesuksesan

Jauh labih  banyak dari pada waktu itu sendiri

Maka dari itu . . .

Jangan sia – siakan kesempatan ini

Karena setiap fajar merekah

maka ia akan menyerukan pada manusia

” wahai cucu Adam aku adalah hari baru

mamfaatkanlah aku

karena aku tidak akan kembali lagi

hingga hari kamat ”.

                                                ( Oedi`)

 

 

 

 

 

Renungkanlah

 

 

Mari dindaku . . . duduk disini.. . . .

Hela  nafas panjangmu, diam dan nikmatilah

Saat – saat kita melewati detik – detik penantian . . .

Hanyutkan rasa dan pikiran kita untuk manerima hari esok . . .

Ini adalah masa – masa kita melakukan pemanasan

Untuk berlomba memperoleh  karuniaNya . . .

Dinda . . .

Ingatlah bagaimana langkah  demi langkah perjalanan usia kita . . .

Renungi tahap demi tahap waktu hidup yang telah kita lewati.. . .

Sebuah masa yang tak terbayarkan oleh usia kita sendiri. . . .

Dinda . . .

Bukalah cakrawala dengan banyak bergaul

Karena pergaulan yang luas tidak hanya memberikan banyak teman

Tetapi juga memberikan banyak peluang . . .

Dinda . . .

Selama kita masih berpijak diatas muka bumi ini

dan menghirup udaranya,

Maka selama itu pula ujian dan cobaan akan selalu menyertai kita . . .  

Ujian dan cobaan itu selalu ada

Agar setiap kita bisa manyikapinya dengan sikap arif dan bijaksana

Sehingga setelah ujian dan cobaan berlalu

maka akan lahirlah orang – orang shaleh, tabah, sabar,

dan mempunyai kekuatan iman.

Karena kesulitan yang datang menerpa

Bukanlah sesuatu yang tanpa akhir dan tanpa penyelesaian,

Sebab diujung sana pasti ada kemudahan yang akan mengakhirinya . . . .

Dinda . . . .

Renungkanlah . . . .  ”Lepaskanlah semua rasa susah dan sedih yang menyesakkan dada

Jauhkanlah rasa lemah dan mulailah melakukan sesuatu

Yang dapat mendatangkan hasil ”

      

                                                                 ( Oedi`)

 

     

                                      

Dinda . . .

Cinta akan berteriak dan menangis

Bila tak terjamah . . .

Dan kita pun akan merana bila terus diam

Dan bertapa diantara tirai – tirai kerinduan . . .

Jangan takut akan bertepuk sebelah tangan

Segeralah ungkapkan cinta dengan bahasa cinta

Yang kau rangkai seiring setia jelang bersamanya . . .

Rangkai dengan indah dan memikat

Sebelum ia keburu di suguhi bahasa cinta

Oleh orang lain . . .

Sekarang untuk apalagi kau bimbang

Dalam kesendirian dan kebisuan . . .  ?

                                                ( Oedi`)

                

 

 

Jika ada yang bisa kulakukan untukmu saat ini

Itu adalah berada disisimu . . .

Apapun yang terjadi padamu aku tak peduli

Karena  aku selalu ingin bersamamu . . .

Apapun itu . . .  ? akan tiba saatnya

Kau takkan sendirian lagi

Karena aku akan selalu berada disisimu

Menyapa hari – harimu dalam kebahagiaan

Karena kita akan bertemu lagi dalam waktu dekat

Bersandarlah padaku . . .

                                                ( Oedi`)

 

 

Dinda . . .

Akankah kau lihat bayanganku

Dalam bayangan senja

Dan hilang dengan kesegaran pagi . . .  ?

Katakan . . .  karena aku akan mendengar jiwamu

Selayak pantai mendengarkan

Cerita ombak – ombak

Katakanlah padaku

Akakankah kau mengingatku

Setelah badai menenggelamkam kapal kita . . .  ?

Akankah kau kembali merasakan desahku

Di malam yang hening ini  . . .  ?

Karena aku merasa kurang beruntung

Lantaran cinta tak memihak kita

Kini, kasih kita tak sampai . . . .

                                    ( Oedi` )

 

 

 

 

 

 

Keagungan cinta telah turun menyirami

Dan membuat hatiku seputih salju

Ia manyapa dan membawakanku kesejukan

Seperti air mengalir di musim kemarau

Abadi dan terus menyusuri ruang hatiku

Sebersih embun di pagi hari

Dan kala sang surya mulai tersenyum  bahagia . . .

            Harapanku adalah selalu berada disisi pujaan

Yang dapat menyuguhkan

Secawan kasih sayang

Dan cinta yang tulus

Kepadaku ia berbisik syahdu penuh belalaian

Mesra dan membawa jiwa ini berarak jauh

Dalam simfoni hati. . . .

Dinda . . .

Buang jauh – jauh rasa ragu

Yang menyinggahi pelataran ruang hatimu

Pegang erat tanganku dan rasakan

Sejauh mana diri ini hadir menanti ketulusan

Tanyakan pada hati

Sejauh mana akan terukir indah dari bibirmu

Karena aku selalu ingin kamu

                                                ( Oedi`)

 

 

Ada sesuatu yang lebih agung dan murni

Dari apa yang diutarakan oleh bibir

Meskipun keheningan menyelimuti

Dan kesunyian memisahkan kita

Dari diri kita masing – masing

Yang terdiam terpaku kala itu

Hingga terus menjelajahi cakrawala jiwa

Dan  membawa kita lebih jauh

Tapi aku  yakin sekalipun kegelapan

Menyembunyikan indahnya rembulan

Dan gemerlap cahaya bintang dari mata kita  . . . .

Namun ia tak dapat menyembunyiakan

Rasa yang ada di relung hati kita

Karena itulah suara hati  . . .

                                    ( Oedi`)

 

 

Bagaimana mengetahui

Pertalian kehidupan yang dulu . . . ?

Bagaimana meneruskannya . . . ?

Saat di hati mulai memahami . . . .dan mengerti . . .

Hingga tak bisa kembali . . .

Karena ada hal yang tak bisa diperbaiki oleh waktu . . .

Beberapa luka yang terlalu dalam

Dan telah menetap di hati . . .

Luka yang terlalu sulit untuk dilupakan ,

Menyayat bak sembilu, menggores perih dihati . . .

Sungguh tak ku sangka bisa begitu

Tak ada jalan lagi . . .

                                                            ( Oedi`)   

 

 

Dinda . . .

Hari ini kita berpisah

Demi semua cita dan cinta

      Aku melihat rasa yang sama dihatimu

      Rasa yang sulit untuk dilisankan

      Hingga saat kita dapat melupakannya

      Dengan jalan saling memaafkan

Dinda . . .

Ada masa dimana perisai cinta akan jatuh

Tapi bukan hari ini

Karena aku akan berusaha

Membuatmu  tersenyum lagi

Bukan kesedihan, tapi kebahagiaan . . .

Untuk menebus kesalahan

Dan memberimu masa yang baru

Di waktu yang akan datang  . . . .

                                    07- 05 - 04     

                                        ( Oedi`)

 

Ada perjuangan internal dalam bathinku

Ada lapisan yang harus diangkat

Aku terbebani dengan berbagai rahasia

Hanya sedikit . . .

Dan mungkin tidak ada orang yang tau

Ini sungguh berat bagiku . . .

                                    ( Oedi`)

 
 

Manjakanlah kembali matamu

Biarkan dirimu larut dalam keheningan malam ini . . .

Hingga saat tirai – tirai bahagia

Manuntunmu dalam mimpi yang indah

Dengan tersenyum . . . .

Bersamaku . . . .

                                          ( Oedi`)

 
 
 
 

Dinda . . .

Mungkin memang begitu naluri manusia

Sering bergunjing dan tak jarang

Yang senang menyebar fitnah

Dinda . . .

Bila dilanda fitnah

Tiada jalan lagi selain berdiam diri

Dan membiarkannya

Menguap bersama angin lalu . . .

Kemudian terus berdo`a kehadiratNya

Karena pasti akan kau rasakan

Kedamaian yang akan turun menyertaimu. . .

                                                ( Oedi`)

 

Manjakanlah kembali matamu

Biarkan dirimu larut dalam keheningan malam ini . . .

Hingga saat tirai – tirai bahagia

Manuntunmu dalam mimpi yang indah

Dengan tersenyum . . . .

Bersamaku . . . .

                                          ( Oedi`)

 
 
 
 
 
 

 

Bayangan wajahmu kembali hadir

Ketika bias sinar bulan tertutup awan

Ditemani sunyi dan dinginnya malam ini

Merasuk jauh ke dasar sukmaku

Mencandaiku dengan senyuman

Dan terus mengikat rasa simpatiku

Menjadi rasa sayang yang tulus . . .

Dinda . . .

Ku utarakan semua ini untukmu

Yang disaksikan lentera malam

Meskipun telah redup . . .

                                    ( Oedi`)

 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Dalam waktu yang panjang

Daku merintih

Mendekap suara jiwaku

Dalam keheningan malam yang panjang

Berharap datang sinar terang

Manuntunku, bahkan manantiku

Ke alam penuh kedamaian yang panjang

Dimana tersusun mutiara – mutiara bahagia

Serta burung – burung bernyanyi gembira

Dan itulah suasana yang selalu kunantikan

Bersamamu  kekasih pujaanku

Oh . . .  Mahadewiku . . .

                                          ( Oedi`)

 

 

 

 

 

 

 

Direlung hatiku yang paling dalam

Tersirat rasa sayangku padamu

Dalam keheningan malam

Dinda . . . aku rindu padamu . . .

Dinda . . . kau panggil jiwaku

Dinda . . .  kau renggut hatiku

      Dinda . . . kau bawa aku dalam dunia penuh warna

      Bertaburkan bunga harum semerbak

      Seindah kasih sayang  yang kau berikan

Terukir jelas di dasar hatiku

Penuh rasa dan asa . . .

Dalam hari – hari yang simpatik

Ku coba untuk mengerti

Sikapmu selama ini

Oh . . .  betapa indahnya

Oh . . .  betapa bahagianya diri ini

Bila terus dan merasakan indahnya

Bersamamu . . . .

                                          ( Oedi` )

 

 

 

Kesabaran adalah kekuasaan

Karena dapat memupuk persahabatan,

Mengubur rasa iri, menekan kesombongan

Hingga suatu saat kita akan memamnen

Hasilnya yang baik . . .

                                    ( Oedi`)

 

 
 
 
 

Dinda . . .

Waktumu adalah derap langkah

Yang terus mengembara

Dan disaat engkau dapat meraih sebuah puncak

Maka disitulah bermula pendakian . . .

Hingga saat kau raih keindahan

Karena engkau pulalah keindahan itu . . .

                                    ( Oedi`)

 

 

 

Orang yang memberikan kebijakannya

Berkahnya akan bertambah

Orang yang dapat mengendalikan diri

Takkan membenci

Orang yang tekun dalam kebajikan

Terhindar dari kejahatan

Dengan membuang nafsu kebencian

Serta khayalan

Maka ia akan mencapai ketenangan . . .

                                    ( Oedi`)

 

 

 

 

 

Selamat tinggal  padamu kuucapkan

Untuk masa lalu kita

Meskipun terasa baru kemarin kita jumpa

Itu sudah cukup bagiku

Terima kasih kau telah mengisi hari – hari sunyiku

Dengan tawa canda dan senyum manismu

Dinda . . .

Selamanya akan ku julang tinggi

Rasa rindu di hati ini

Sampai waktu mempertemukan kita lagi . .  .

                                    ( Oedi`)

 

 

 

 

 

Dinda . . .

Dalam nestapa aku memanggil namamu . . .

Dalam kerinduan kau datang padaku

Dalam sunyi aku terbayang wajahmu

Dalam  sendiri kau temani aku

Dalam hidupku kaulah yang terindah

Karena aku selalu inginkan  kamu . . .

Itu saja . . .

                                    ( Oedi`)

 

Saat berpisah dengan kekasih

Janganlah berduka cita

Karena yang paling kau kasihi dari dirinya

Mungkin lebih indah dalam ketiadaannya

Dan biarkan hari ini memeluk masa silam

Dengan kenangan . . .

Serta  masa depan dengan harapan dan kerinduan . . .

                                                            ( Oedi` )

 

 

 

Next >>>

 
Kalo mo yg lain klik di bawah ini :    
Nich halaman 1    
Artikel Kebenaran Aq idah    
Farid home virtual